Mars’ Autumn Feels So Warm
Forewords
Things are pretty tough these days, I have to work really hard for myself, starting to think about the future. Thinking of what will unveil in the future just feels not into my hand. Everything looks so dark.
Kelulusan menurut aku sesuatu yang seharusnya menjadi pengalaman indah dan batas kenangan yang diagung-agungkan 😤. Ngeliat orang tuaku wisuda S2 kemarin rasanya seru dong, apalagi kalau misalkan kita bisa ngerayain hal tersebut dengan melakukan hal-hal menyenangkan. 😠
Well, I wasn’t prepared for anything, I wasn’t prepared for the fact that setelah lulus, kita harus kerja dan mencari uang.
Aku ga ada masalah sama uang sejak aku SD. Terutama sejak kuliah aku punya privilege beasiswa, uang jajan dan tabungan yang lumayan banyak di rekening BNI yang bisa diakses dengan gampang.
Tapi aku baru sadar setelah kuliah bahwa hidup tidak semudah itu. Setelah lulus, ternyata besar pasak daripada tiangnya sudah mulai terasa. Ternyata selama ini gaya hidupku yang dimanjakan dengan supply tanpa kekurangan bikin money management ku yang sangat buruk setelah aku lulus. 🧐
Apalagi dengan pengeluaran akhir akhir ini yang mengharuskan aku pulang pergi pontianak jakarta dengan uang tabungan dari rekening itu yang damagenya llumayan terasa.
Aku sekarang sedang intern di salah satu perusahaan business money management yang sifatnya B2B, boleh diakui dengan jujru sebenarnya pendapatannya ga seberapa 💰.
Meskipun kerjanya sangat nyaman karena full remote, aku merasa gajiku itu ga cuma segitu, tapi ternyata ada pelajaran juga yang diberikan, terutama ke gaya hidup dan pelajaran memanage uang.
Awalnya blog ini pengen aku isi dengan perjalanan pengalaman lomba terakhir ku aja di Bandung, tapi aku rasa lebih layak kalau misalkan aku cerita pengalaman pribadi ku juga deh 🥰.
Ya meskipun bakal keliatan semua sifat-sifatku yang buruk, tapi setidaknya lumayan seru juga bikin blog kaya gini buat self reflection.
Background dan Makna Nama Tim
Setelah selesai lomba compfest dengan Yoga dan Fausta, kita juara 3. Aku sebenarnya dari dulu udah pengen banget setim sama Novaryo lagi, tapi benar-benar ga pernah kesampaian. Bukan ada maksud apa-apa sih, ga ada ulterior motives juga sebenarnya 😱 Cuma pengen have fun aja sih, soalnya belum terlalu lama ini rasanya pengen ngehabisin waktu aja sama tma-teman terdekat dalam waktu yang bisa dibilang lebih intim dan lomba bukan cuma sama yang itu-itu aja.
Sebenarnya konteks lebihnya adalah lomba itu kan kalau competitive programming biasanya satu kelompok 3 orang, nah kalau sama-sama terus kan kelompoknya bisa kadang bosan atau apa lah.
Kebetulan aku dan Novaryo itu sama sama dari Pontianak.
Novaryo juga sering cerita cerita kalau dia suka setim sama arvin karena ngeliat potensinya yang lumayan bagus.
Arvin itu angkatan 2022 sih, dan dia juga dari pontianak.
Jadi pas malam gala dinner compfest itu, aku novaryo dan arvin memutuskan satu tim untuk ikut lomba terakhir lokal cp ku. Aku memutuskan dengan berat hati ga bakal nyebut namanya karena takut SEO bakal ngarahin kata itu ke blog post ini. Takut aja sih WKKWKWK nanti namanya rusak gara gara blog post ini.
untuk nama timnya, kita berdiskusi beberapa minggu setelah perjanjian untuk setim itu, dan kita namain “keleper”.
Nah keleper itu meruapak nsuatu kata yang diperkenalkan oleh Pikatan.
Pikatan sering bilang gitu lho,
“Hock Hock kamu tau ga artinya kleper, kleper gitu”
Atau kadang kalau gabut gabut juga dia sering bilang
Hock Hock orang pontianak itu yang kalo ngomong nya itu pake kata “keleper keleper” gitu ga
Keleper itu bacanya klepér gitu ya, jadi haya e yang diujung yang dibaca pakai e accent alias seperti é di kata “bego”.
Nah, jadi setiap kali ada aku sama novaryo, pikatan suka bilang gigtu, dan turns out emang katanya arti kata keleper itu biji peler, alias buah zakar.
Aku sama novaryo juga sebenarnya kebingungan sih, soalnya aku ga tau juga itu artinya apa sebelum pikatan bilang. Aku berasumsi itu semacam bahasa melayu yang eang jarang didengerin kalau ga di rumah nativesnya aja gitu sih.
Karena namanya yang begitu toxic, akhirnya kita memutuskan buat jadiin nama tim. Ternyata setelah dicari tahu, kata keleper dengansemua pembacaan e tanpa aksen, itu artinya terbang dalam bahasa sunda, yang apparently merupakan bahasa yang menurutku most spoken di bandung. Lumayan lucu sih, karena mereka ga tau arti toxicnya itu tersembunyi bukan dalam bahasa mereka.
Aku juga selama di Bandung ga sempat nulis diary harian, tapi aku berharap blog ini udah bisa nutupin utangku ga nulis diary beberapa hari ini.
Untuk konteks, ak usekarang lagi dfi perjalanan menuju bandara soekarno hatta.
24 Februari 2023: Sparks of the Starving Widow
Aku berangkatnya itu lumayan pagi sih, aku ngambil tiket paling murah, yaitu naik lion air dengan harga sekitar 700 ribu. Menjadi seorang mahasiswa yang broke, aku benar benar ga liat jam terbang lagi, aku hanya memilih pilihan yang litereally paling murah.
Karena merasa pelit juga aku akhirnya memutuskan buat memesan apartemen sewa di Traveloka dibandingkan Hotel. Alasannya ialah karena lebih budget, dan satu tim itu bisa bertiga.
Aku berangkat dari jam 7 pagi itu dari rumah di pontaianak. Terus kita sempat masuk ke lounge buat menikmati beberapa hoidangan yang disajikan di sana. Sebenarnya kita ini adalah aku dan ibu bapakku,.
Ibu dan bapakku itu entah kenapa bisa masuk ke bandara tanpa tiket penerbangan sih, menurutku sih karena emang ada privilege aja gitu kan di Loungenya, jadinya mereka bisa masuk meskipun ga terbang.
Nah paginya aku sarapannya lumayan banyak sih aku makan tahu, indomie telur, dan ada beberapa makanan lain lagi.
Ini bukan pertama kalinya aku terbang dan travelling sendiri menurut aku udah santai sih.
Aku sampai di Bandara soekarno Hatta sekitar jam 8.30 gitu, which is pretty early kalau hitungannya buat pesawat.
Sampai di sana, aku sudah memesan shuttle yang bakal langsung menuju Bandung. Emang tiket shuttle ku itu jam 11 kan, tapi aku coba minta reschedule ke yang jam 9 (aku ga bawa bagasi), jadinya aku nanya ke mas-mas coutnernya, boleh ga aku naik yang jam 9 aja dari pada aku nunggu sampai jam 11, ternyata boleh, dan akhirnya sekitar jam 9.15 aku pun berangkat menuju ke Bandung dari bandara.
Di perjalanan lumayan seru sih, aku sempat ngerjain tugas magang bentar dan pas itu lagi ujan, perjalanannya ga terlalu lama, sempat singgah ke tol rest area cikampek gitu kalau ga salah, terus di sana aku pesan jus alpukat. Sebenarnya pas di bandara jakarta pas nunggu shuttle aku udah beli roti boy sama roti almond itu sih.
Masih hedon ya emang aku ini. Dasar.
Nah aku sampai di sana langsung check in ke apartemen, setelah itu aku menunggu novaryo sama arvin yang berangkat dari Depok, mereka naik kereta sih dari Gambir, mereka berangkat bareng.
Setelah itu akhirnya kita Bersenggama berkumpul di apartemen yang sempit banget buat bertiga. WC nya juga ga terlalu bersih, tapi ga sampe bau. Air panasnya juga lumayan nendang buat Kota Bandung yang maha dingin. Arvin juga pertama kali ke Bandung, jadi kita lumayan harus ngeguide dia ke arah yang benar.
Aku sempat ingat WC kamar itu sabunnya kaya strawberry yang buat cuci tangan itu, terus samponya apel yang kaya ada di salon salon itu. Alhasil aku sempat beli biore dan head and shoulder promo.
Kasurnya itu yang dua tingkat gitu lho, kasur ukuran queen bed gitu di atasnya, terus bawahnya ada kasur tarik yang lebarnya sekitar 60cm. Novaryo tidur di bawah, padahal katanya kasurnya kek “per doang” wakoawowak.
Aku kasian sih. Mestinya Arvin tidur di bawah, aku tidur di tengah, Novaryo tidur di pojok atas. Berhubung badannya jangkung banget, dan badan aku yang paling kecil dari antara kita bertiga.
Setelah mereka datang, kita sempat istirahat istirahat. Terus kita malamnya jalan ke Ciwalk.
Di perjalanan ke Ciwalk, aku baru masuk ke grup pengarahan Arkavidia itu telat banget, berhubung aku dari kemarin entah kenapa whatsapp ku ga mau masuk ke group chat yang linknya ada di email.
Jadinya aku baru liat kalau Gala Dinnernya mesti pakai batik, alhasil aku memaksa Arvin dan Novaryo buat nemenin aku secara tidak tahu malu menanyakan harga batik di toko-toko sepanjang jalan cihampelas itu dan kabur saat batiknya kemahalan.
Selang 3 toko, aku mendapatkan batik biru kondangan cakep yang dibanderol seharga 95K (PADAHAL PAS DI DISPLAY KATA MBAKNYA 90K)
Tapi yauda lah, setelah itu aku ke Ciwalk dan kita sempat jalan-jalan. Mereka lagi-lagi harus menanggung ketidaktahumaluanku buat memaksa mereka ngeliat “Wedding Festival” yang menyediakan prasmanan gratis.
Hock kamu tuh tinggal nya di pontianak, Prasmanan Organizernya itu cuma ada di Jakarta dan Bandung, ngapain sih nyobain gitu.
Karena tatapan novaryo dan arvin yang seolah-olah menganggap ku bukan bagian dari mereka akhirnya aku memutuskan buat ga jadi ambil makanan prasmanannya.
Padahal kan mbak-mbak Prasmanan Organizernya udah dengan baik hati ngajak aku makan.
Dengan begitu, maka aku memutuskan untuk tidak memberikan mereka malu yang berlebihan dan akhirnya kita cabut dari sana. Di Gaia Mall Pontianak itu ada Ramen Ten10 yang lumayan enak. Aku memutuskan buat ngajak Arvin dan Novaryo buat nyobain.
Mereka seneng-seneng aja keliatannya, padahal aku ngerasa ramen Regular dan Small itu sama aja (padahal aku cuma dengar dari kakakku ya, selama aku pesan ramen di franchise Ten10 pontianak selalu pesan yang small, jadi aku lure mereka buat pesen yang small tapi mereka tetap ends up beli yang reguler juga ahirnya), dan ternyata benar sih porsinya sama aja menurutku, cuma mangkoknya aja yang gede.
Setelah itu aku sebenarnya juga ada janji buat ngajak seseorang, namanya bakal aku redact di sini, karena privasinya yang bakal aku panggil sebagai Kuda. Si kuda ini sebenernya mestinya seyogianya seharusnya ga boleh makan babi sih, tapi yaudah kita ngajak dia ke Sudirman. Arvin ada kuis kalkulus juga, udah hampir gagal plannya buat ke Sudirman, tapi akhirnya kita memutuskan buat ke Hotelnya si Kuda ini aja, yang deket dari Ciwalk dan berangkat dari sana. Aku juga sempat ngajak Ester yang kebetulan ada kuis kalkulus 2 juga untuk ke Sudirman, jadi aku mikir pinjem kertas sama bolpen aja di ester. Jadinya kita ga balik lagi kan ke apartemen.
Pas mau ke Promenade, kita ketemu Fausta juga yang memberikan ide buat ga pulang ke apartemen tadi sebenarnya. Nah terus kita akhirnya minjem powerbank nya Nyoo, kabelnya kuda buat ngecas HP arvin yang lowbat, terus minjem kertas dan pennya ester. Ester pennya cuma ada merah doang, tapi pas discan kan item juga, jadi akhirnya gas deh kita berangkat ber4 ke sudirman buat makan babi.
Di sana menurutku overrated sih, aku udah pernah ke sana terakhir kali pas lomba juga di tahun 2019, lomba yang sama dengan Kak Galang dan Kak Rey, pas itu kita ketemu Cici aling temennya kak rey dan ko Wu. Kak Galang sakit pas itu, dan kala itu cap go meh. Makanan di sana mahal sih sebenarnya dan babinya juga ga senendang pontianak.
Tapi yaudah lah. Di sana kita ketemu kontingen dari Bunis (again karena alasan SEO, bakal aku plesetin) dan kita pesan banyak banget makanan disana.
Kalau aku list, makanannya itu ada:
- Kodok Goreng Mentega (55K)
- Nasi Babi (45K x 2) satunya beliin buat Nyoo yang udah bersedia pinjemin powerbank, satunya kita makan di sana
- Nasi babi pake nasi hainam (50K)
- Aku juga pesen bakso babi (25K)
- Pesen Sawi asin Pai kut (60K)
- Novaryo pesen Pai kut bakar (60K)
- Arvin juga (60K)
- Kuda pesen pai kut bakar large (80K)
Kita makan di sana.
Enak banget sih, pas makan si Arvin itu sempat ngerjain kalkulus dengan serius. WKKWK Semoga lancar ya kuliahmu dan ga sering-sering keganggu ajakan teman buat nongkrong ya.
Setelah kita kekenyangan, Arvin selesai kuis, kita pulang naik grabcar bertiga, sementara si kuda pesen motor.
Sebelum ke kamar, kita sempat ke Alfa express bentar buat beli minum dan Novaryo beli sikat gigi.
Pas Arvin mau mandi, dia pamer kantong tayo dia yang dibawa ke mana aja. Isinya ada perlengkapan mandi. Tapi pas mandi dia malah minta Lifebuoy yang aku beli karena dia ga bawa sabun.
Tapi gpp dia ada odol pepsodent hijau berasa asin yang berguna.
And just like that, we slept and day 1 ends!
25 Februari 2023: Ember Sweats and Thunder of Sorrows
Hari ini lumayan cerah. Aku bangun pagi dan sempat nonton Dota bentar, karena lagi Lima Major. Jadinya sayang kalau ada match-match dari tim favorit:
- TSM karena ada Whitemon indo pride
- Talon karena I love 23Savage
- GeekSlate: Theyre basically the underdogs of SEA
- PSG.LGD: Chinese pride
- Team Spirit: TI Spirit
- Liquid: I would totally receive Insania’s kind invitation if he would like to do it with me KWOOKWAOW jk.
Anyways, aku bangun pagi banget sekitar jam 5.30 apa jam 6, dan mandi. Arvin tidurnya sedikit bersuara tapi ga masalah sih mengetahui aku udah 18 tahun tidur sama bapakku yang ngoroknya kurasa lebih dari 30 desibel. Suara dengkuran arvin ga ada apa apanya dan tidurku masih nyenyak.
Setelah itu aku menghempas-hempaskan semangat novaryo dan arvin buat mandi. Lucunya, arvin cuma bisa bahasa Khek/Hakka, dan novaryo cuma bisa bahasa tiociu. Aku bisa dua-duanya dan aku bisa switch up buat ngomongin satu orang di tim. waokkoawoawokaw.
Anyways, paginya kita menyantap onigiri indomaret, aku nyobain yang chicken teriyaki dan tuna spicy. Novaryo dan Arvin skill issue banget karena ga bisa buka onigiri
SAMA SEPERTI AKU YANG PERTAMA KALI MEMBUKA ONIGIRI DI LAWSON.
Kita pesen grabcar buat ke lombanya, LO kita itu ada Kak Zulfiansyah.
Nah di sana kita sempat Technical meeting dan warm up, lumayan seru sih, tapi aku sama novaryo kita berdua sempat saling bersiteru ga bisa ngerjain satu soal Meet in The Middle tahun lalu, terus jadi agak ngedown KWKWKW.
Anyway, kita sempat nitip kak Zul buat beliin minum.
Habis itu kita lomba deh.
Commentary lombanya belum sempat aku tulis sih. Bakal aku tulis setelah aku punya akses scoreboardnya.
Commentary Lomba
Setelah lomba itu aku emang agak ngerasa sedikit kecewa sih, tapi gapapa, menurutku buat menang lomba tuh butuh the right composition of a team dan luckiness, dan the right composition of problemsets.
Kalau secara objektif, tim kita kurang banget di Math, sampai ga bisa ac in soal math yang considered bonus. Terus, kita masih kurang andal ngatasin kodingan yang ngebug.
Anyway, setelah itu kita sempat jalan jalan dan keliling-keliling, aku masih bangga banget bisa ac in soal A tanpa ngesolve soalnya beneran.
Kita akhirnya nunggu giliran buat ke Gala Dinner nya di Hotel Cemerlang. Nah aku sempet beli tahu bulat sama cumi goreng dan arvin keknya ketagihan, aku ga sengaja kasiin Adrian makanan pedas di mana dia ga bisa banget makan pedas.
Kita sempat diatur duduknya dan aku itu dapet duduk di pojok agak kiri kalau diliat dari arah panggung. Di sana aku banyak banget ngobrol sih, ada ngobrol sama csgcc alias felicia, temu kangen sama ko xing-xing, azka yang pas itu ketemu di compfest, terus juga ketemu sama pikatan qonita dan fausta, yang udah pasti rank 1 WKKWKW, tak tergeserkan lah
Aku juga sempat cerita cerita sama albert sama vio rico owen dkk, seru banget sih,
Aku makan juga lumayan banyak, ga ngambil nasi, tapi ngambil ikan kakap, puding coklat dan sayurnya enak banget
Juga sempet cerita tentang betapa miripnya adrian sama litha.
Terus juga dipanggil maju buat ceritain pesan kesan.
Pulangnya aku sempat ngambil tote bag, dan aku, julian budi faishol arvin novaryo dan macchfud sempet main ke jalan braga, kita makan es coklat dan sempet liat liat di daerah sana. Ga terlalu banayk jalannya karena novaryo lagi ga enak badan dan kecapekan. Kita putusin buat balik lebih awal.
Di perjalanan timbul jokes jokes ga jelas juga seperti
Coba tebak nama driver kita siapa
Terus aku pas mau ngecek nama driver itu suka ngeliat ada tulisan “Kejutan” besar dari Gojek yang selalu kukira nama driver. Dan itu selalu jadi internal jokes kalau nama driver kita itu “Kejutan”.
Ada running jokes juga kalau di rumah bordil itu cerminnya banyak di mana-mana karena biar lebih enak dan manja saat seks. Lumayan lucu sih karena kamar tempat kita nginap itu ada cermin gede di sebrang kasurnya.
Anyways, habis pulang dari Braga Novaryo sama Arvin sempat beli mie ayam. Tengah malamnya aku mandi dan lupa sikat gigi dan ketiduran. Novaryo sempat sekali ada kejadian bangun dan bengong, aku kira dia ngapain ternyata emang lagi kosong aja jiwanya ilang kali ga tau lah wakowoakwokoaw.
Arvin juga malam ini tidurnya lebih sadis dengan tidur diagonal menginvasi bagian tidur ku.
Pas kubangunin dia bangun dan bengong. Terus setiap kali aku ngomong dia nanya
Apa?
Vin geser kau tidur diagonal
Hah Apa?
Geser kaki kau
Hah Apa?
Gitu terus sampai di sanggau ada jalan tol
(Anyways pas besoknya aku tanya dia ga inget sempat bangun dan ngobrol sama aku)
Emang kayanya tiap manusia di pontianak punya symptoms aneh dengan tidurnya. (Termasuk aku yang sering ngigau dan teriak tengah malam)
Kalau novaryo symptoms anehnya adalah bangun tengah malam dan makan mie ayam
Sementara mie ayam arvin terbengkalai sampai pagi.
Alhasil kamar kita mau leftover mie ayam, kentut aku, sama aroma glade yang nyengat.
Chaos.
Ada running jokes juga paginya tentang Tipe mobil, Novaryo ga salah bilang di pontianak itu mobilnya grabcarnya ada expander dkk. Terus setiap kali kita ngomongin mobil, punchlinenya jadi Expander. Bahkan saat ngomongin kucing juga, punchlinenya masih Expander.
WKKWK malamnya si Arvin juga iri liat totebagnya karena bagus bahannya dan ada resletingnya, dia cerita kalau dia ngoleksi tote bag. Aku udah berencana buat ngasi totebagya ke dia sih, tapi bakal aku kasi pas mau pulang aja karena aku masih butuh totebagnya buat jalan jalan.
Malamnya aku planning buat besoknya, Planningnya itu:
- Bangun Jam 6.30
- Berangkat ke Lemabng, The great Asia Africa dari apt jam 7.15
- Main sampai jam 11, terus ke Farmhouse susu lembang sampe jam 14.00
- Balik ke hotel, checkout jam 16.00
- Ke papaya fresh gallery, terus lanjut ke PVJ sampai malam.
Aku akhirnya memutuskan buat checkout dengan extend checkout kamarnya, nambah 50k biar kita ke lembang ga kecapekan bawa tas. And just like that, day 2 ends.
26 Februari 2023: Wisdom, Journey, Reflection, Ambition and Bridge of Life
Paginya aku bangun lumayan awal dan langsung sikat gigi karena malamnya lupa. Aku memaksa mereka buat mandi tapi ga ada yang mau bangun. Aku emang berencana buat ga mandi karena malamnya udah mandi. Arvin akhirnya mandi, dan kita ujung ujungnya ke bawah jam 7.40.
Sempat sarapan onigiri lagi, dan sempat makan roti sandwich isinya patty sapi.
Enak banget sih menurutku. Kali ini buka onigirinya ga skill issue lagi. Arvin juga sempet pesen omurice chicken katsu gitu, dan novaryo sempat beli obat maag karena dia makannya kalau ga teratur bisa sakit maag.
Jam 8 lewat dikit kita sempat balik ke kamar bentar ngambil payung, terus kita cau ke Lembang. Lagi-lagi, running jokes expander masih dilontarkan.
Sampai ke the great asia africa, kita foto foto di berbagai tempat dan negara-negara. Di sana harga tiket masuknya 50k per orang. Jokes jokes tentang hal hal aneh kita lontarkan juga, misalnya
- Kok Koreanya Korea selatan doang
- Kok mural dinding di koreanya tulisan Mandarin semua
- Terus ada TV gitu kan di rumah rumah koreanya, terus kita sama sama jadi tour guide ngawur ke satu sama lain bilang kalau di korea jaman dulu itu udah ada TV, gitu gitu lah
- Sampai ke thailand juga ada, yang direpresentasikan oleh satu dinding doang.
- Terus juga ada Cina yang isinya mural-mural.
- Ada India dan middle east juga yang sepi, isinya cuma bisa diexplore foto foto kalau nyewa kostum.
- Terus kita main ke tempat yang jepang-jepang gitu ada wahana serokan ikan yang theme songnya insaniquarium,.
- Kita juga ngomongin tentang stray cats di sana yang menjadi logo utama negara tertentu
- Eh ini kucingnya dari Jepang lho
- Kita juga ngomongin kenapa di Afrika kok ada air ngalir dan air bersih (ada air terjun), terus banyak dark jokes tentang kekeringan dan third world country
- Aku juga sempat disuru ibu ibu sosialita buat fotoin dan diajak mereka buat jadi tukang foto doang.
- Kita juga sempat ngejokes tentang Plang morroco yang dibuat sedemikian sehingga seolah olah arah morroco dan toilet itu sama, terus bilangin kaua satu morroco itu isinya toilet doang. KOWOKAWKOKOW
- Kita juga sempat nyobain tahu susu lembang, sate kelinci dan kopi pasir scam yang dijokes cuma kopi bubuk.
- Sempat juga foto sama binatang binatang reptil dan burung, sama naik kuda,. Arvin pertama kali naik kuda, aku juga pertama kali sejak sekian lamanya.
Ga terasa, udah jam 11.27an, kita mutusin buat nyebrang dan ke farmhouse susu lembang. Di sana vibesnya eropa-eropaan, tiket masuknya 30k itu udah sama susu gratis. Susunya juga dikata-katain oleh kita kalo Cimory doang.
Kita juga sempat kunjungin pagar love locks sama ke wishing well.
Ga terasa, udah jam 1, kita mutusin buat end the trip dan balik ke hotel.
Kita sempat males malesan, mandi dan kemas kemas buat checkout.
Aku juga mutusin buat ngajak temen yang sibuk jalan jalan di PVJ akhirnya,. Kita di sana makan ramen, ngobrol-ngobrol dan gosip gosip. Sempet juga main pump. Disana kita ketemu kinantan sama cewenya juga sama pikatan. Lumayan cute sih KWOWAKOOW> Karena sepertinya kinan berusaha buat hide cewenya gitu.
Nah terus juga mereka main ice skating kan, nah temenku yang namanya Cello itu dia pulang duluan. Terus kita sempet main pump sama Azka itu sama Celia, Ngakak sih, main coop yang fail banget. Aku udah ngos ngosan dan di luar umur sih buat main pump itu.
Akhirnya mereka juga pulang. Aku sama novaryo sama arvin mutar mutar mall nyari iceskating yang ga ketemu-ketemu, terus pas udah ketemu, ngeliat liat bentar, spyin pikatan dkk dari jauh, terus nyari cgv yang mutar mutar ga ketemu. Kita sempat istirahat di sana dan aku lagi-lagi ngelakuin hal bodoh dengan ngerasa ga enakan dan spend uang di sana buat duduk di bangkunya, Lain kali aku ga bakal lakuin itu.
Setelah duduk sekitar setengah jam, aku memutuskan buat cabut dan ke tempat shuttle. Shuttleku jam 8 malam dan langsung ke bandara.
Dan here I am, duduk di dalam kursi shuttle dan menuliskan 3600 words blog ini.
Itu aja sih pengalaman lomba terakhirnya, seru banget rasanya. Mengetahui kalau aku ga bakal lomba lomba lagi dan bakal settling in untuk beberapa saat.
Hidup memang keras, rencana banyak yang gagal dan ga bisa dipenuhi. Yang bisa kita lakuin sebagai manusia cuma berjuang dan menerima.
Byeee!
Peace out
Leave a Comment